Pemkab Halmahera Selatan Dapat Apresiasi Dari HMI, OPD Teknis Dikecam Tak Hadir dalam Seminar Agromaritim, Minta Bupati Mengevaluasi Dinas Terkait.
0 menit baca
Halsel, Bacanpost.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mendapat apresiasi atas dukungan dan fasilitasi HMI BADKO MALUT dan HMI Cabang Bacan dalam penyelenggaraan Seminar Regional bertajuk “Agromaritim dan Proyeksi Pembangunan Halmahera Selatan”.
Kegiatan ini digelar sebagai wadah mempertemukan berbagai pandangan dan gagasan strategis mengenai arah kebijakan agromaritim di daerah. 30/10/2025.
Namun di balik suksesnya pelaksanaan seminar, muncul kekecewaan dari pihak penyelenggara terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang tidak hadir.
Empat OPD dimaksud yakni Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindagkop, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Kabid Litbang Badko HMI Maluku Utara, Asyudin La Masiha, menyampaikan rasa kecewanya atas ketidakhadiran instansi teknis tersebut, meski undangan telah disampaikan secara resmi.
“Yang menjadi kesal kami adalah absennya OPD teknis seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Disperindagkop, serta Disnakertrans. Padahal kami sudah menyurati secara kelembagaan, namun bukan hanya kepala dinasnya — bahkan tak satu pun perwakilan yang datang,” ujarnya.
Asyudin menilai ketidakhadiran OPD teknis mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap inisiatif kelembagaan yang berupaya mendorong sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi.
Menurutnya, seminar ini penting karena ada Korelasinya dengan visi-misi bupati dan wakil bupati, kalao semangat pemimpin berapi-api ingin menerapkan agromaritim sebagai pembangunan di Halmahera selatan, lalu kemudian mental bawahannya seperti mimpi di siang bolong, cita-cita besar bupati dan wakil bupati hanya akan menjadi instrumen.
Kegiatan seminar ini sebagai ruang bertemunya gagasan besar antara dinas terkait dan pandangan kritis para pemateri untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan agromaritim. “Sampai saat ini publik belum melihat dokumen kerja yang secara jelas menjabarkan bagaimana agromaritim dikembangkan, terutama oleh empat OPD teknis tersebut,” tambahnya.
Ia menegaskan, tujuan utama kebijakan agromaritim adalah mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat, yang tentu erat kaitannya dengan upaya penanggulangan pengangguran dan kemiskinan.
“Kita perlu tahu bagaimana agromaritim menjawab persoalan pengangguran dan kemiskinan. Sekiranya, meski bukan sebagai pembicara utama, kehadiran OPD-OPD tersebut tetap penting,” tegas Asyudin.
Di akhir pernyataannya, Asyudin mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan untuk mengevaluasi serta memberikan teguran kepada empat OPD dimaksud agar ke depan tidak tejadi lagi terhadap kegiatan strategis yang melibatkan kepentingan publik dan arah pembangunan daerah.
Tim Redaksi Bacanpost
