Banjir Rutin terjadi, Penghasilan dan aktivitas ekonomi warga terganggu.
Bacanpost.com - Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mengalami krisis infrastruktur serius yang sangat berdampak pada kesejahteraan warga.
Warga terpaksa harus menyebrang sungai saat banjir melanda karena tidak adanya jembatan penghubung permanen antara desa-desa dan ibu kota.
Kondisi jalan yang rusak parah serta ketiadaan jembatan membuat akses transportasi sangat sulit, apalagi saat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap.
Warga sering kali harus bermalam di kebun warga karena tidak bisa menyeberang banjir, dan banyak kendaraan yang terjebak saat banjir datang.
Situasi ini berlangsung bertahun-tahun dan mengakibatkan isolasi warga dari akses fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pasar, sehingga kesejahteraan mereka sangat terhambat. Karena secara langsung mengganggu penghasilan dan aktivitas ekonomi mereka sehari-hari.
Kerugian ekonomi tidak hanya bersifat sementara, karena berulang-ulangnya banjir, menciptakan kondisi ketidakpastian dan stagnasi dalam peningkatan kesejahteraan keluarga.
Hal ini juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan perdagangan, memperburuk kondisi keuangan keluarga secara keseluruhan akibat banjir yang rutin terjadi.
Dampak ini menjadikan masyarakat lebih rentan terhadap kemiskinan dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka dalam jangka panjang tanpa solusi dari pemerintah Daerah
Warga menuduh pemerintah daerah seolah menutup mata dan tidak menangani masalah ini dengan sungguh-sungguh.
Bahkan DPRD Provinsi Maluku Utara dianggap hanya duduk diam, tanpa pengawasan dan tuntutan yang efektif terhadap instansi terkait seperti PUPR.
Masyarakat berharap pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara segera membangun jembatan dan memperbaiki jalan agar akses dan mobilitas warga dapat terjamin, serta kesejahteraan mereka membaik. /Red.
Tim Redaksi Bacanpost.com
