Pemprov NTB Dituding Abai! Korban Banjir Wera Terlantar, Dana BTT Rp500 Miliar Malah Digelontorkan ke RSUP
Bima, NTB – Delapan bulan pascabanjir bandang yang meluluhlantakkan Wera–Ambalawi, penderitaan warga masih belum terobati. Tujuh orang tewas, puluhan rumah hanyut, jalan rusak parah. Namun, hingga kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dinilai tak kunjung bergerak serius.
Ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi seadanya, tanpa kepastian relokasi, bantuan perbaikan rumah, atau pemenuhan kebutuhan dasar. Situasi ini memantik amarah publik, terutama dari Ketua PW Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) NTB, Muhammad Rizal Ansari.
“Ini kelalaian fatal! Rakyat sengsara, tapi Pemprov malah sibuk mengalihkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) Rp500 miliar untuk bayar utang RSUP, bukan untuk tanggap darurat korban banjir,” tegas Rizal, Kamis (25/9/2025).
“BTT itu sifatnya darurat. Tapi malah dipakai untuk hal yang tidak mendesak bagi masyarakat luas. Sementara korban banjir ditelantarkan. Ini kejahatan sosial sekaligus moral!” tandas Rizal.
Ia menuntut Gubernur NTB membuka secara transparan penggunaan anggaran BTT 2025 dan mendesak BPK serta KPK turun melakukan audit investigasi agar publik tahu apakah ada penyalahgunaan anggaran.
Lebih jauh, SEMMI NTB mengancam akan menggalang aksi solidaritas dan mengangkat isu ini ke tingkat nasional.
Wera–Ambalawi juga bagian dari NTB. Rakyatnya punya hak untuk dibela dan dilindungi!” seru Rizal.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemprov NTB belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan dana BTT maupun rencana pemulihan pascabanjir di Wera–Ambalawi.
Redaksi Bacanpost

